Jumlahberat atm ; 56 x 1014 ton, ½ dari berat berada di bawah 6.000 m. lebih dari 99 % berada pada tinggi 30 Km. Tanpa Atm. Tidak ada kehidupan di bumi. Udara melindungi bumi dari MH penuh pada siang hari & menghalangi hilangnya panas pada malam hari. Jika tidak ada Atm, suhu bumi mencapai 93.30C pada siang hari dan turun – 1480C pada malam 10 Sebuah benda berada dalam keadaan diam pada ketinggian 80 cm dari permukaan tanah. Massa benda 5 kg dan percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s 2. Tentukan energy mekanik benda tersebut! Jawaban : Pembahasan : Diketahui: v = 0 m/s. h Sebuahkantong pemberat dijatuhkan dari sebuah balon udara yang berada 300m diatas permukaan tanah dan bergerak ke atas dengan laju 13m/det. Untuk kantong tersebut, tentukan posisi dan kecepatannya 5,0 detik setelah dilepaskan. (sumber: Fisika Universitas Edisi Sepuluh BAB 2 Gerak Dipercepat Beraturan Hal. Padapermukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut. Lapisan ini dianggap sebagai bagian atmosfer yang paling penting, karena berhubungan langsung dengan permukaan bumi yang merupakan habitat dari berbagai jenis mahluk hidup termasuk manusia, serta karena Lapisanstratosfer ini mempunyai letak yang tepat berada di atas lapisan troposfer. Bila diukur dengan jarak, maka lapisan stratosfer ini berada pada ketinggian 10 kilometer hingga 50 kilometer di atas permukaan bumi. Namun pada daerah kutub maka stratosfer ini bisa ditemui mulai pada jarak 8 kilometer dari permukaan kutub Bumi. Termosfermerupakan lapisan penyusun atmosfer bumi yang keempat dan berada diatas permukaan bumi mulai dari ketinggian sekitar 80 Km. Pada lapisan ini suhunya naik secara drastis karena disinilah sebenarnya . Halo adik-adik, kali ini kakak akan menjelaskan salah satu rumus penting dalam fisika, yaitu rumus energi potensial. Kalian pasti sedang mempelajari rumus ini di sekolah, baik di SMP maupun di materi rumus energi potensial ini hadir untuk melengkapi penjelasan dari bapak/ibu guru. Di tingkat SMP, rumus energi potensial barulah berbentuk rumus-rumus dasar yang hanya mencakup beberapa energi potensial akan mengalami perluasan ketika dipelajari di tingkat SMA dengan meliputi besaran-besaran lainnya yang berkaitan dengan energi potensial. Namun, kalian tenang saja, rumusnya tidak sulit-sulit amat kok. Setelah membaca materi ini, kakak yakin kalian juga pasti bisa menggunakan rumus energi potensial untuk menyelesaikan soal. Baiklah, kita mulai saja materinya... Pengertian Energi Potensial Apa yang dimaksud dengan energi potensial? Secara umum, energi potensial adalah energi yang tersimpan dalam benda atau sistem karena kedudukannya, bentuknya atau keadaannya dan jika keadaan memungkinkan, energi tersebut dapat dimunculkan. Misalnya, benda yang berada pada kedudukan tertentu di atas permukaan tanah, maka benda tersebut menyimpan energi potensial karena faktor ketinggiannya. Semakin tinggi posisinya dari permukaan tanah, maka semakin besar pula energi potensialnya. Baca Juga Rumus Energi Kinetik Dalam contoh yang lain, pada tali busur yang sedang ditegangkan. Pada keadaan ini, tali busur memiliki energi potensial. Jika tali busur dilepaskan, anak panah dapat terlempar dengan jarak tertentu. Begitu juga pada ketapel, energi potensial muncul ketika karet ketapel ditegangkan, kemudian hilang ketika karet ketapel dilepaskan. Benda yang memiliki energi potensial cenderung untuk melakukan usaha. Simbol dan Satuan Energi Potensial Dalam fisika, energi potensial disimbolkan dengan EP , satuannya menurut Sistem Satuan Internasional SI adalah atau Joule, serta dinyatakan dengan dimensi [M][L]2[T]-2. Berdasarkan jenis satuannya, maka energi potensial termasuk ke dalam besaran turunan, yaitu besaran yang tersusun dari besaran pokok. Jenis-Jenis Energi Potensial dan Rumusnya Energi potensial meliputi energi potensial gravitasi, listrik, pegas, nuklir, dan kimia. Berikut ini akan kakak bahas satu per satu 1. Energi Potensial Gravitasi Energi potensial gravitasi adalah energi yang dimiliki benda karena ketinggian atau kedudukannya di atas permukaan tanah. Energi ini disebabkan oleh adanya gravitasi bumi. Sebuah benda yang berada pada ketinggian tertentu terhadap bumi akan dipengaruhi oleh percepatan gravitasi bumi g sehingga benda itu mempunyai berat. Gaya berat inilah yang mampu melakukan usaha, yaitu menggerakkan benda ke bumi. Rumus Energi Potensial Gravitasi Misalnya, berat benda w mempunyai massa m kg berada pada ketinggian h meter terhadap bumi. Berat benda, w = m x g. Usaha yang dilakukan benda, W = F x s. Dalam hal ini, F = w berat benda dan s = h ketinggian benda sehingga W = w x h atau W = m x g x h. Karena besarnya energi sama dengan usaha yang dilakukan, maka energi potensial gravitasi benda dirumuskan EP = m . g . h Keterangan EP = Energi potensial J m = massa benda kg h = ketinggian m g = percepatan gravitasi 2. Energi Potensial Listrik Sebuah muatan listrik yang diletakkan pada medan listrik akan memiliki energi potensial listrik. Jika hendak menggerakkan muatan listrik positif dari satu titik ke titik lain yang berlawanan arah dengan medan listrik, kita harus melakukan usaha dan untuk itu diperlukan energi. Akibatnya, muatan listrik itu mempunyai energi potensial listrik. Hal yang sama juga berlaku untuk menggerakkan muatan listrik negatif searah medan listrik. Rumus Energi Potensial Listrik Energi potensial listrik yang dimiliki oleh dua buah muatan q1 dan q2 adalah EP = k . Atau EP = q . V Keterangan EP = Energi potensial listrik J k = N m2/c2 q1 = muatan listrik 1 C q2 = muatan listrik 2 C r = jarak antar muatan m V = beda potensial Volt q = muatan listrik C 3. Energi Potensial Pegas Elastik Energi potensial pegas disebut juga dengan energi potensial elastik karena dimiliki oleh benda yang elastis seperti pegas. Perhatikan gambar di bawah Pada mulanya, pegas dalam keadaan tanpa teregang. Kemudian sebuah bola diletakkan pada ujung pegas dan pegas ditekan. Bola dilepaskan dan ternyata bola akan bergerak. Percobaan ini menunjukkan bahwa pegas yang tertekan dari keadaan seimbang mempunyai energi. Rumus Energi Potensial Pegas Elastik Nilai energi potensial elastik pegas sebanding dengan kuadrat simpangan pegas x, dirumuskan EP = 1/ . x2 Keterangan EP = Energi potensial pegas J k = konstanta pegas N/m x = perubahan posisi m 4. Energi Potensial Kimia Energi potensial yang dikandung dalam molekul-molekul benda sering disebut dengan energi potensial kimia. Energi potensial kimia dapat diubah menjadi bermacam-macam energi, seperti energi mekanik, energi kalor, energi cahaya, energi listrik, dan energi nuklir. Hubungan Energi Potensial dan Usaha Untuk mengetahui hubungan energi potensial dan usaha, bayangkan ilustrasi ketika kamu memindahkan benda dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi, misalnya dari kursi ke atas meja, atau sebaliknya. Kegiatan menunjukkan bahwa kamu telah melakukan usaha pada benda itu sehingga benda berpindah dari kursi ke meja. Energi potensial benda yang berada di kursi setelah kami pindah ke meja akan berubah karena ketinggian kursi dan meja berbeda. Jika energi potensial benda pada saat berada di kursi sebesar EP1 dan energi potensial benda setelah berada di meja sebesar EP2, maka besar usaha yang kamu lakukan pada benda adalah sebesar perubahan energi potensial benda itu, yaitu energi potensial akhir benda dikurangi energi potensial mula-mula yang dirumuskan sebagai berikut W = EP2 - EP1 Keterangan W = Usaha yang dilakukan pada benda J EP1 = Energi potensial pada keadaan awal J EP2 = Energi potensial pada keadaan akhir J Baca Juga Rumus Usaha Contoh Energi Potensial dalam Kehidupan Sehari-hari Berikut ini adalah beberapa contoh peristiwa yang menunjukkan energi potensial dalam kehidupan sehari-hari 1. Buah di Pohon Energi potensial yang dimiliki oleh buah yang berada di atas pohon. Buah tersebut memiliki energi yang disebut energi potensial. Buktinya, ketika buah jatuh, maka buah memiliki kecepatan. Artinya, buah tersebut memiliki energi saat berada di atas pohon, yaitu energi potensial. 2. Pegas Pada saat menekan pegas, energi yang dipakai untuk menekan pegas tidak hilang begitu saja, tetapi tersimpan dalam pegas. Misalnya, sebuah batu diletakkan di atas pegas. Ketika batu dan pegas dilepas, energi yang tersimpan dalam pegas akan melempar benda ke atas. Energi yang tersimpan dalam pegas ini dinamakan energi potensial pegas. Dinamakan energi potensial karena energi ini hanya ada ketika pegas berada pada posisi tertekan atau teregang saja. Jika pegas tidak berada pada posisi tertekan tidak mempunyai energi potensial, pegas tidak akan mempunyai energi potensial sehingga pegas tidak mampu melemparkan benda ke atas. 3. Ketapel Pada waktu tali ketapel ditarik kemudian ditahan, kita memberikan energi pada ketapel. Energi ini disimpan sebagai energi potensial ketapel. Jika sebuah batu diletakkan di ujung karet ketapel lalu dilepaskan, maka batu akan terlontar. Lontaran ini adalah akibat usaha yang dilakukan oleh karet ketapel. Kemampuan melakukan usaha ini berasal dari energi potensial ketapel. 4. Busur Pada waktu kita menarik tali busur lalu menahannya, sebenarnya kita memberikan energi pada tali busur ini. Energi ini disimpan sebagai energi potensial tali busur. Jika tali busur itu dilepaskan, anak panah akan melesat. Melesatnya anak panah ini adalah akibat usaha yang dilakukan oleh tali busur. Kemampuan melakukan usaha ini berasal dari energi potensial tali busur tersebut. 5. Bendungan Air Bendungan mengumpulkan air untuk mengumpulkan energi potensial yang dipunyai air. Energi ini bisa dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA, ketinggian air di dalam bendungan yang berada di atas turbin digunakan untuk menghasilkan listrik. 6. Minyak Bumi Energi dari minyak bumi atau energi yang dimiliki bahan bakar merupakan energi potensial kimia. Energi ini ada karena muatan listrik dalam atom-atom menempati posisi tertentu atau membentuk suatu susunan molekul tertentu. Energi yang tersimpan di dalam minyak bumi bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin-mesin kendaraan. Contoh Soal Energi Potensial Berikut ini telah kakak siapkan beberapa contoh soal yang berkaitan dengan energi potensial Contoh Soal 1 Hitunglah besarnya energi potensial suatu benda yang bermassa 0,075 kg yang terlempar ke atas dengan ketinggian maksimum 1,4 m. Jawaban Diketahui m = 0,075 kg h = 1,4 m Ditanyakan EP...? Penyelesaian EP = m . g . h = 0,075 kg . 10 m/s2 . 1,4 m = 1,05 J Jadi, energi potensial yang dimiliki benda tersebut adalah 1,05 Joule Contoh Soal 2 Hitunglah setiap energi potensial benda 10 kg pada ketinggian 5 m diatas tanah g = 10 m/s2 Jawaban Diketahui m = 10 kg h = 5 m g = 10 m/s2 Ditanyakan EP.....? Penyelesaian EP = m . g . h = 10 kg . 5 m . 10 m/s2 = 500 J Jadi, energi potensial benda tersebut adalah 500 Joule. Contoh Soal 3 Energi potensial sebuah benda yang berada pada ketinggian 20 m adalah 200 joule. Jika percepatan gravitasi 10 m/s2 maka berapa massa benda? Jawaban Diketahui h = 20 m EP = 200 J g = 10 m/s2 Ditanyakan m.....? Penyelesaian EP = m . g . h 200 J = m . 10 m/s2 . 20 m m = 200 J/10 m/s2. 20 m EP = k . = N m2/c2 . 20 x 10-6 C . 20 x 10-6 C/2 x 10-1 m = -9 J Contoh Soal 6 Sebuah pegas yang panjangnya 30 cm tergantung tanpa beban. Kemudian, ujung bawah pegas digantungi beban 100 gram, sehingga panjang pegas menjadi 35 cm. Jika beban tersebut ditarik ke bawah sejauh 5 cm, dan percepatan gravitasi bumi 10 m/s2, berapakah energi potensial tersebut? Jawaban Berikut ini penggambaran dari soal di atas Keadaan pegas sebelum beban ditarik W = k . Δx k = W/Δx = = 0,1.10/0,05 = 20 N/m Beban ditarik sejauh 5 cm, jadi total pertambahan panjang pegas sekarang 10 cm = 0,1 m EP = 1/2. k . x2 = 1/2. 20 . 0,12 = 0,1 J Jadi, besar energi potensial pegas tersebut adalah 0,1 Joule. Kesimpulan Rumus energi potensial EP dalam fisika adalah EP = m . g . h , di mana m adalah massa benda, g adalah percepatan gravitasi, dan h adalah ketinggian dari permukaan tanah. Gimana adik-adik, udah paham kan materi rumus energi potensial di atas? Jangan bingung lagi yah saat mendapat pertanyaan serupa. Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat. Referensi Abdullah, Mikrajuddin. 2004. IPA Fisika 3 SMP dan MTs untuk Kelas IX. Jakarta ESIS. Arifudin, M. Achya. 2007. Fisika untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta Inter Plus. Fuad, Ahmad. 2005. Cepat Menyelesaikan Soal Fisika SMA. Depok Kawan Pustaka. Surya, Yohanes. 2009. Mekanika dan Fluida Buku 1. Tangerang PT. Kandel. terjawab • terverifikasi oleh ahli Sebuah benda berada pada ketinggian tertentu di atas permukaan bumi. percepatan gravitasi pada ketinggian tersebut adalah 1/4 g ,dengan g merupakan percepatan gravitasi di permukaan bumi. jika R adalah jari jari bumi,ketinggian benda adalah? Benda berada pada ketinggian tertentu diatas permukaan bumi. Percepatan gravitasi pada ketinggian tersebut sebesar 3/4g. Jika r adalah jari jari bumi dan g adalah percepatan gravitasi dipermukaan bumi,ketinggian benda adalah MEDAN GRAVITASIr = R → g = gr' = R+h → g' = ¾ gh = __?g' = g • [R / R + h]²¾ g = g • [R / R + h]²¾ = [R / R + h]²√3 / 2 = R / R + hR√3 + h√3 = 2Rh√3 = 2R - R√3h√3 = R 2 - √3h = R 2 - √3/√3h = R ⅔√3 - 1 ← jwbketinggian benda adalahh = ⅔√3 - 1 R ≈ 0,1 547 R Pengguna Brainly Pengguna Brainly G' / g = [R / R + h]²R + h / R = √g / g'h = R [√g / g' - 1] = R [√g / 3g / 4 - 1] = 1/3 R 2√3 - 3 = R 2/3 √3 - 1 ≈ 0,15 R fine17 fine17 Fisika Sekolah Menengah Atas terjawab • terverifikasi oleh ahli sebuah benda berada pada ketinggian tertentu di atas permukaan bumi . percepatan gravitasi pada ketinggian tersebut sebesar 1/4g . dengan g merupakan percepatan gravitasi di permukaan bumi . jika R adalah jari jari bumi , ketinggian benda adalah Iklan Iklan DenmazEvan DenmazEvan Perhitungan Terlampir Iklan Iklan Pertanyaan baru di Fisika Frekuensi sebuah gelombang adalah 200 Hz dan panjang gelombangnya 350 cm, maka cepat rambat gelombang tersebut adalah​ seorang seorang anak mengendarai sepeda dengan kecepatan konstan. di satu titik pada permukaan ban belakang di aemprotkan cat berwarna terang. dilihat … dari belakang titik cat berwarna terang itu bergerak naik turun sebanyak 5 kali dalam 2 detik jika radius roda belakang 32 cm besar kecepatan sepeda itu adalah​ hitung nilai r total dari r1 20 ohm r2 15 ohm r3 30 ohm tenaga sumber v 12​ Sebuah kubus terbuat dari bahan aluminium Al mempunyai volume 0,2 cm³ dan massa jenis 2,7 g/cm³. Jika berat atom aluminium, MAI = 27 g/mol, dan seti … ap mol aluminium mengandung 6,03 x 10^23 atom, berapa banyak atom yang terkandung dalam kubus aluminium tersebut?​ sebuah ayunan bergetar sebanyak 30 kali dalam waktu 2 sekon tentukan frekuensi​ Sebelumnya Berikutnya Iklan Benda berada pada ketinggian tertentu di atas permukaan bumi. Percepatan gravitasi pada ketinggian tersebut sebesar ¾ g. Jika R adalah jari-jari bumi dan g adalah percepatan gravitasi di permukaan bumi, ketinggian benda adalah 2/√3 R dari pusat bumiPEMBAHASAN Hukum gravitasi Newton menyatakan gaya tarik-menarik antara dua benda di rumuskan sebagai berikut F = G m₁ m₂ / r² g = G m₁ / r² dimana F = Gaya Gravitasi N G = Konstanta Gravitasi 6,67 x 10⁻¹¹ Nm² / kg² m = massa benda kg r = jarak antar benda m g = percepatan gravitasi m/s² Okay mari kita gunakan prinsip ini untuk menyelesaikan soalnya. Diketahui R1 = Rg2 = 3/4 g1Ditanyakan R2 = ?Penyelesaian g1 g2 = G m / r1² G m / r2²g1 g2 = 1/r1² 1/r2²g1 3/4 g1 = 1/R² 1/r2²4 3 = 1/R² 1/r2²2 √3 = 1/R 1/r22/r2 = √3/Rr2 =2/√3 RPelajari lebih lanjut - Detil Jawaban 10 Fisika Hukum Newton Gravitasi Gaya Gravitasi, Percepatan Gravitasi , Medan Gravitasi Percepatan gravitasi merupakan suatu tetapan ukuran suatu objek yang ekivalen dengan 1 g, dengan nilai sebesar nilai sebesar 9,80665 m/s. Nilai tersebut merupakan ketetapan yang diukur dari atas permukaan laut, sedangkan untuk tempat-tempat lainnya percepatan gravitasi memiliki nilai 9,81 m/s. Di dalam eksperimen fisika, penentuan nila g Percepatan Gravitasi dapat diukur dengan berbagai metoda. Bentuk-bentuk paling sederhana misalnya dengan menggunakan pegas atau bandul yang diketahui konstanta-konstantanya. Dengan melakukan pengukuran dapat ditentukan nilai percepatan gravitasi di suatu tempat, yang umumnya berbeda dengan tempat lain. Pada penelitian terdahulu, penentuan percepatan gravitasi bumi pernah dilakukan dengan metoda sistem bandul fisis dengan nilai g Percepatan Gravitasi yang diperoleh dari penggunaan metode tersebut adalah sebesar 9,4 m/s selain itu pernah juga dilakukan penentuan nilai percepatan gravitasi bumi g pada percobaan ayunan matematis menggunakan bahasa pemrograman borland delphi dengan nilai g percepatan gravitasi yang diperoleh dari penggunaan metode tersebut adalah sebesar m/s Tujuan dari percobaan dengan menggunakan ayunan matematis berbasis logger pro ini yaitu agar dapat mengetahui dan membandingkan besar dari percepatan gravitasi yang diperoleh secara eksperimen dengan nilai percepatan gravitasi yang telah ditetapkan dan digunakan di seluruh dunia. Pengertian Gravitasi Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang memiliki massa di alam semesta. Gravitasi matahari yang dihasilkan benda-benda langit dalam setiap orbit mengelilingi matahari. Fisika modern menjelaskan gravitasi menggunakan Teori Einstein Relativitas Umum, tapi Hukum gravitasi universal Newton yang lebih mendekati sederhana cukup akurat dalam kebanyakan kasus. Sebagai contoh, bumi yang memiliki massa sangat besar dapat menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar pula untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di bumi. Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda di luar angkasa, seperti bulan, meteor, dan benda langit lainnya, termasuk satelit buatan manusia. Kenapa kalau kita jatuh, pasti jatuhnya ke bawah? atau mengapa jika kita melempar suatu benda ke atas benda tersebut selalu jatuh lagi ke bawah? Kalau kita berjalan, duduk, berdiri, tidur, mengapa semua benda di bumi ini seakan-akan menempel di permukaan bumi/lantai atau tanah? Jawabannya adalah karena adanya suatu gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah. Gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah itu disebut gaya gravitasi. Gaya gravitasi terdapat pada semua benda. Semakin besar massa/berat benda tersebut, semakin besar pula gaya gravitasi yang ditimbulkannya. Bumi kita merupakan bola yang sangat besar, sehingga bumi memiliki gaya gravitasi yang besar pula yang dapat menarik segala benda yang berada di dekatnya rumah, manusia, batu, binatang, bahkan juga bulan dan satelit yang mengelilingi bumi kita. Oleh karena itulah, walaupun kita berada di bagian bawah bola bumi, kita tidak akan jatuh karena ada gaya gravitasi bumi yang arahnya menuju pusat bola bumi. Diri kita juga adalah sebuah benda yang memiliki gaya gravitasi. Tapi mengapa pulpen, buku, atau benda-benda kecil di sekeliling kita tidak menempel pada tubuh kita? Ya tentu saja, karena gaya gravitasi tubuh kita kalah oleh gaya gravitasi bumi yang kita diami ini. Lalu mengapa burung, balon udara, pesawat terbang, roket, tidak tertarik oleh gaya gravitasi bumi? Hal itu dikarenakan benda-benda tersebut memiliki gaya lain yang dapat melawan gaya gravitasi, sehingga mereka bisa melayang/lepas tidak tetap lengket/menempel pada permukaan bumi. Pengertian Gravitasi Bumi Sering kita melihat buah yang jatuh dari pohonnya. Misalkan saja mangga di musim berbuahnya. Di pagi hari kita banyak mendapatkannya sudah berada di tanah tepat di bawah pohonnya. Seringkali juga kita melihat berita di televisi, adanya pesawat yang jatuh ketika terjadi cuaca yang buruk di atmosfer. Mungkin yang lebih sering terjadi pada kita adalah sesuatu yang kita pegang ternyata lepas dan jatuh ke tanah. Kesemua contoh di atas menunjukkan bahwa semua yang jatuh pasti akan menuju ke tanah, ke permukaan bumi. Bukan malah melayang ke langit. Jatuhnya benda-benda ke permukaan bumi dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Gaya ini sering disebut sebagai gaya tarik bumi. Hal ini dikarenakan gaya ini selalu menarik semua benda menuju permukaan bumi. Gaya gravitasi bumi mempengaruhi semua benda di permukaan bumi atau di dekatnya. Bahkan bulan pun terpengaruh oleh gaya ini. Gaya gravitasi bumi menyebabkan benda-benda memiliki berat sehingga tidak melayang di udara dan tidak terlempar ke angkasa. Kekuatan gaya gravitasi bumi terhadap benda dipengaruhi oleh jarak benda dari pusat bumi. Semakin jauh letak benda dari pusat bumi, maka gaya gravitasinya semakin kecil. Misalkan saja astronot. Ketika astronot telah berada di luar angkasa, maka astronot akan terasa lebih ringan dan melayang-layang. Hal ini dikarenakan tidak ada gaya gravitasi bumi yang berpengaruh padanya, karena jarak astronot terhadap pusat bumi sudah sangat jauh, sehingga mereka tidak memiliki berat dan dapat melayang-layang. Berbeda dengan benda yang berada dekat dengan permukaan bumi. Benda yang dekat dengan permukaan bumi akan memiliki berat dan apabila jatuh, maka gerak jatuh benda tersebut semakin cepat apabila benda telah mendekati tanah. Dan setelah benda berada di tanah, maka benda tersebut akan tetap berada di tempatnya karena gaya gravitasi tetap bekerja. Pernahkah kalian menjatuhkan kapas dan batu bersama-sama? Pernahkah kalian menjatuhkan dua kertas bersama-sama, yang satu berbentuk lembaran dan satunya diremas berbentuk gumpalan dengan berat yang sama? Jika kalian pernah melakukan pasti kalian mendapati bahwa batu lebih dulu mencapai tanah dibandingkan kapas. Dan juga gumpalan kertas lebih dulu dibandingkan selembar kertas. Mengapa bisa demikian? Ada yang bilang bahwa berat lah yang menyebabkan kedua benda tersebut berselang ketika mencapai tanah. Berat lah yang menyebabkan kecepatan jatuh kedua benda tersebut berbeda. Mungkin untuk batu dan kapas terlihat beralasan dan masuk akal karena selisih berat kedua benda tersebut jauh. Sehingga seakan-akan beratlah yang menentukan perbedaan kecepatan jatuh kedua benda tersebut. Tetapi untuk kertas yang berbentuk lembaran dan gumpalan, perbedaan berat tersebut tidak dapat diterima dan tidak bisa menjadi alasan yang menyebabkan kecepatan jatuh kedua kertas tersebut berbeda. Karena kedua kertas tersebut memiliki berat yang sama. Yang berbeda hanyalah bentuknya, yang satu berbentuk lembaran dan satunya berbentuk gumpalan. Nah, dapat disimpulkan bahwa berat suatu benda tidak mempengaruhi kecepatan jatuh suatu benda, tidak mempengaruhi gaya gravitasi bumi sebagai pemicu benda jatuh dan memiliki kecepatan jatuh. Akan tetapi bentuklah yang berpengaruh pada kecepatan jatuh benda. Mengapa bentuk? Bukannya berat benda? Jika kita melihat dua kertas yang sama beratnya, yang satu berbentuk lembaran dan satunya berbentuk gumpalan jatuh bersama-sama. Maka didapatkan gumpalan kertas lah yang jatuh duluan ke tanah. Hal ini dikarenakan luas permukaan gumpalan kertas lebih kecil dibandingkan kertas lembaran. Sehingga, gesekan udara terhadap gumpalan kertas lebih kecil dibandingkan terhadap kertas lembaran. Kertas yang berbentuk lembaran akan mendapatkan gaya gesek udara yang lebih besar, karena luasan yang lebih besar dan lebar, gaya gesek ini bersifat menahan dan berlawanan dengan arah gaya gravitasi, sehingga gerak jatuh kertas lembaran akan lebih lambat dibandingkan kertas gumpalan. Bagaimana jika bumi tidak memiliki gaya gravitasi? Sudah tentu kita akan melayang-layang dan terlempar ke ruang angkasa, karena kita tidak memiliki berat. Tidak hanya kita manusia, benda hidup maupun benda mati lainnya juga akan seperti itu. Sungai, danau, dan lautan akan mengering karena air dengan mudah menghilang ke angkasa. Lapisan atmosfer bumi yang terdiri dari berbagai macam gas akan habis terbang ke angkasa. Batu-batu akan beterbangan seperti halnya balon gas yang terus menuju angkasa. Menurut Newton jika ada dua benda bermassa didekatkan maka antara keduanya itu akan timbul gaya gravitasi atau gaya tarik menarik antar massa. Besarnya gaya gravitasi ini sesuai dengan hokum Newton yang bunyinya sebagai berikut; “Semua benda di alam akan menarik benda lain dengan gaya yang besarnya sebanding dengan hasil kali massa partikel tersebut berbanding terbalik dengan kuadrat jarak nya”. Permasalahan di atas telah dikaji oleh Sir Isaac Newton pada abad 16 masehi. Newton mengemukakan, bahwa ternyata ada suatu ”gaya pada suatu jarak” yang memungkinkan dua benda atau lebih untuk berinteraksi. Istilah tersebut oleh Michael Faraday, pada abad 18 diubah menjadi istilah ”medan”. Adapun pengertian medan adalah tempat di sekitar suatu besaran fisis yang masih dipengaruhi oleh besaran tersebut dalam suatu entitas Tertentu. Sebagai contoh, gaya gravitasi akan bekerja pada massa suatu benda yang masih berada dalam medan gravitasi suatu benda atau planet. Jika medan gravitasi sudah dapat diabaikan, maka sebuah massa yang berada di sekitar besaran benda tersebut tidak dapat dipengaruhi. Dengan demikian, dapatlah kamu pahami, mengapa daun yang massanya lebih kecil dibanding bulan yang massanya jauh lebih besar dapat ditarik bumi. Dalam penelitiannya, Newton menyimpulkan, bahwa gaya gravitasi atau gaya tarik-menarik dapat berlaku secara universal dan sebanding oleh massa masing- masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda. Tarikan gravitasi dinyatakan oleh Isaac Newton melalui tulisannya di jurnal Philosophiae Naturalis Principia Mathematica pada 5 Juli 1687 dalam bentuk rumus berikut Keterangan F merupakan besarnya gaya gravitasi antara dua massa tersebut, G merupakan konstante gravitasi, m1 merupakan massa dari benda pertama m2 merupakan massa dari benda kedua, dan r merupakan jarak antara dua massa tersebut. Hukum Gravitasi Universal Kita dapat menjabarkan, dengan cara yang sederhana, hukum gravitasi universal dengan memulainya dari fakta-fakta empiris yang telah ditemuka Kepler. Untuk memudahkan analisa kita anggap bahwa planet-planet bergerak dalam lintasan yang berbentuk lingkaran dengan jejari r, dengan kelajuan konstan v. Karena planet bergerak dalam lintasan lingkaran maka planet mengalami percepatan sentripetal yang besarnya diberikan oleh dengan T adalah periode planet mengelilingi matahari. Percepatan ini tentunya disebabkan oleh suatu gaya yang mengarah ke pusat lingkaran ke matahari. Besar gaya ini tentunya sama dengan massa planet m dikali percepatan sentripetalnya, sehingga besar gaya tadi dapat dirumuskan sebagai Hukum Kepler ketiga dapat kita tuliskan sebagai dengan k adalah suatu konstanta kesebandinga. Dengan persamaan hukum Kepler ketiga ini, besar gaya pada persamaan 2 dapat ditulis sebagai dengan k0 adalah suatu konstanta. Karena gaya ini mengarah ke pusat lingkaran, yaitu ke matahari, tentunya logis bila dianggap bahwa gaya tersebut disebabkan oleh matahari. Berdasarkan hukum ketiga Newton, tentunya akan ada gaya juga yang bekerja pada matahari oleh planet, yang besarnya sama dengan gaya di pers. 4. Tetapi karena sekarang bekerja pada matahari, tentunya konstanta k0 di pers. 4 mengandung massa matahari M sehingga logis bila diasumsikan bahwa terdapat gaya yang saling tarik menarik antara planet dan matahari yang besarnya diberikan oleh Newton, setelah mengamati hal yang sama pada bulan dan pada benda-benda yang jatuh bebas di permukaan bumi, menyimpulkan bahwa gaya tarik menarik tadi berlaku secara universal untuk sembarang benda. Gaya tadi kemudian dinamai sebagai gaya gravitasi. Jadi antara dua benda bermassa m1 dan m2 yang terpisah sejauh r terdapat gaya gravitasi yang perumusannya diberikan oleh dengan ^r12 adalah vektor satuan yang berarah dari benda pertama ke benda kedua. Notasi 12, berarti pada benda pertama oleh benda kedua. Konstanta G dalam persamaan gravitasi universal, dapat ditentukan melalui eksperimen. Pengukuran yang teliti untuk nilai G dilakukan oleh Cavendish. Sekarang nilai konstanta gravitasi universal diberikan oleh Dalam penjabaran di atas, diasumsikan bahwa benda pertama dan kedua adalah suatu titik massa. Untuk benda yang besar, yang tidak dapat dianggap sebagai titik massa maka sumbangan dari masing-masing elemen massa harus diperhitungkan. Untuk itu diperlukan perhitungan-perhitungan kalkulus integral. Salah satu hasil capaian Newton, dia berhasil menunjukkan, dengan bantuan kalkulus integral, bahwa sebuah benda berbentuk bola juga kulit bola dengan distribusi massa yang homogen, akan memberikan gaya gravitasi ada sebuah titik massa di luar bola tadi dengan massa bola seolah-olah terkonsentrasi pada titik pusat bola. Dengan ini kita dapat misalnya menganggap gaya gravitasi bumi seolah-olah disebabkan oleh sebuah titik massa yang berada pada pusat bumi. Hukum Kepler kedua, untuk kasus lintasan planet yang berbentuk lingkaran, hanya menunjukkan bahwa kelajuan planet mengelilingi matahari konstan. Tetapi untuk kasus lintasan yang sesungguhnya, yaitu yang berbentuk elips, hukum kedua Kepler menunjukkan tentang kekekalan momentum sudut. Lihat gambar Daerah yang disapu oleh garis yang menghubungkan planet dengan matahari dalam suatu selang waktu Δt diberikan oleh sehingga pernyataan bahwa untuk selang waktu yang sama daerah yang disapu sama, sama dengan menyatakan bahwa besaran berikut ini konstan Tetapi bila ini kita kalikan dengan massa planet, akan kita dapatkan bahwa besaran m!r2 yang tidak lain sama dengan besar total momentum sudut sistem dengan matahari sebagai titik referensi. Jadi dalam sistem planet matahari, gaya gravitasi tidak menimbulkan perubahan momentum sudut. Percepatan Gravitasi Percepatan gravitasi disebut juga kuat medan gravitasi. Percepatan gravitasi adalah percepatan suatu benda akibat gaya gravitasi. Gaya gravitasi bumi tidak lain merupakan berat benda, yaitu besarnya gaya tarik bumi yang bekerja pada benda. Jika massa bumi M dengan jari-jari R, maka besarnya gaya gravitasi bumi pada benda yang bermassa m dirumuskan Keterangan g = percepatan gravitasi m/s2 M = massa benda 1 kg R = jri-jri bumi m G = konstanta gravitasi 6,67 x 10-11 Percepatan gravitasi pada ketinggian tertentu Apabila suatu benda berada pada ketinggian tertentu dari permukaan bumi maka percepatan gravitasinya dapat kita tentukan sebagai berikut Keterangan G= percepatan gravitasi m/s2 MB = massa bumi R= jari-jari bumi m h = ketinggian benda dari permukaan bumi m Percepatan gravitasi pada kedalaman tertentu Apabila suatu benda berada pada kedalaman tertentu d dari permukaan bumi maka percepatan gravitasinya dapat kita tentukan sebagai berikut Misalkan massa jenis rata-rata bumi adalah ρ, maka massa bumi yang bagian dalam dapat dicari sebagai berikut Maka percepatan gravitasi pada kedalam d adalah Penerapan Hukum Gravitasi Newton Berikut ini terdapat beberapa penerapan hukum gravitasi newton, terdiri atas Menentukan massa bumi Jika massa bumi mB dan jari-jari bumi R= 6,38 x 106 m, maka massa bumi dapat dicari dari persamaan Menentukan massa matahari Sudah diketahui bahwa jari-jari rata-rata orbit bumi adalah 1,5×1011 m, dan periode bimi mengelilingi matahari adalah 1 tahun 3×107 s. Dengan menyamakan gaya gravitasi matahari dan gaya sentripetal maka didapatkan Contoh Soal Gravitasi Bumi Contoh Soal 1 Sebuah satelit penelitian bermassa 200 kg mengorbit bumi dengan jari-jari 30000 km diukur dari pusat bumi. Hitung gaya gravitasi bumi yang bekerja pada satelit tersebut. mB= 5,98 . 1024 kg Diket ms = 200 kg mB = 5,98 . 1024 kg rs = 30000 km = 3. 107 meter Dit F = ? Jawab Contoh Soal 2 Hitung gaya gravitasi total pada bulan mb = 7,35 . 1022 kg akibat gaya tarik bumi mB = 5,98. 1024 kg dan matahari mM = 1,99 .1030 kg, dengan menganggap posisi ketiganya membentuk sudut siku-siku satu sama lain dengan bulan berada pada sudut siku-sikunya perhatiakn gambar Diketahui jarak bulan-bumi = 3,84 .108 meter dan jarak bulan-matahari = 1,5. 1011 meter. Keterangan FbB = gaya gravitasi pada bulan oleh bumi FbM = gaya gravitasi pada bulan oleh matahari Fb = gaya gravitasi total pada bulan Jawab Gaya gravitasi antara bulan dengan bumi FbB Contoh Soal 3 Jika percepatan gravitasi dipermukaan bumi 9,8 m/s2, berapakah percepatan gravitasi di suatu tempat yang mempunyai jarak R dari permukaan bumi dimana R adalah jari-jari bumi. Diket h = R g = 9,8 m/s2 Dit g’=. ? Jawab Contoh Soal 4 Sebuah benda dipermukaan bumi beratnya 60 N. Benda tersebut kemudian dibawa ke suatu planet yang massanya 3 kali massa bumi MP = dan jari-jarinya 4 kali jari-jari bumi RP= 4. RB. Tentukan berat benda dipermukaan planet tersebut. Jawab Daftar Pustaka Prof . Tjasyono HK., Ilmu kebumian dan Antariksa. Bandung Pasca sarjana UPI. Raharto, Semesta Sebagai Laboratorium Pendidikan MIPA. Rosidi, I. Ghalia Indonesia. Satriawan, Fisika dasar . Fmipa UPI. Anomali Bouger Percepatan Gravitasi Gunung. FMIPA UGM. Seminar IPBA. 2002. Pendidikan Sepanjang Hayat. Fisika FPMIPA UPI. Tanudidjaja, . 1996. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Demikianlah pembahasan mengenai Gravitasi Bumi – Pengertian, Hukum Newton, Universal, Rumus, Percepatan, Penerapan dan Contoh Soal semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂 Baca Artikel Lainnya Planet Bumi Akibat Rotasi Bumi Teori Pembentukan Bumi Tata Surya – Teori, Susunan, Anggota, Struktur dan Gambar Hukum Kepler 1 2 3 – Konsep, Rumus, Sejarah, Contoh Soal

benda berada pada ketinggian tertentu diatas permukaan bumi